//PEMBATASAN PENGUNJUNG DI TAMAN NASIONAL KOMODO

PEMBATASAN PENGUNJUNG DI TAMAN NASIONAL KOMODO

 

 

Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai mengancam keberadaan dan kelestarian biodiversitas di wilayah tersebut.  Untuk itu pemerintah akan melakukan pembatasan pengunjung Taman Nasional Komodo. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur pun melaksanakan Program Penguatan Fungsi. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan komitmen pemerintah dalam upaya menjaga keutuhan nilai jasa ekosistem Taman Nasional Komodo.

Melalui program ini pembatasan jumlah wisatawan kurang lebih 200.000 orang per tahun dengan sistem manajemen kunjungan yang terintegrasi berbasis reservasi online akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2022. Selanjutnya, kompensasi biaya konservasi sebagai upaya penguatan fungsi sebesar Rp3.750.000 per orang per tahun yang akan diterapkan secara kolektif tersistem (Rp 15,000,000 per 4 orang per tahun).Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo dalam sepuluh tahun terakhir terjadi peningkatan berdampak terhadap perilaku Komodo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang menyebut komodo yang berada di area dengan aktivitas manusia tinggi/ekowisata secara signifikan menunjukan berkurangnya kewaspadaan dan cenderung adaptif dengan keberadaan manusia.

Menurutnya, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK melalui Balai Taman Nasional Komodo telah melaksanakan kajian daya dukung dan daya tampung wisata berbasis jasa ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar.Kajian ini dilaksanakan oleh tim tenaga ahli yang diketuai oleh Irman Firmansyah (System Dynamics Center IPB) dengan komite pengarah yaitu Jatna Supriatna (Guru Besar Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia). Kajian ini juga merekomendasikan jumlah kunjungan di Pulau Padar dapat ditambahkan 2– 2,5 kali lipat dengan mempertimbangkan beberapa hal terkait penyesuaian daya dukung berupa infrastruktur, seperti penambahan jumlah pos di area trekking, sarana sanitasi dan MCK, keselamatan tracking seperti tali, jumlah ranger, serta tenaga medis atau ruang khusus untuk kesehatan. Ia menyebut, penerapan kuota pengunjung sudah saatnya dilakukan secara digital untuk mempermudah layanan dan mengakomodir kebijakan penetapan kuota pengunjung.Dalam penerapan layanan kunjungan secara digital, baik dalam proses booking online maupun e-ticketing dapat dilakukan secara bersama-sama dengan pihak lain terkait, antara lain Pemprov NTT.

Sumber:

https://regional.kompas.com/read/2022/06/27/153847578/klhk-pengunjung-di-taman-nasional-komodo-perlu-dibatasi?page=2

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220627142851-4-350699/taman-nasional-komodo-mulai-batasi-kunjungan-wisatawan