//Nyamplung : pohon peisir, biofuel dan obat kecantikan

Nyamplung : pohon peisir, biofuel dan obat kecantikan

Calophyllum inophyllum atau nyamplung atau juga dikenal dengan bintangr merupakan tanaman berkayu dengan habitus pohon yang banyak dijumpai di pesisir pantai dan dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki pantai berpasir yang mengandung mineral atau pasir berliat,  berdrainase baik dengan Ph 4-7,4, ketinggian 0-200 meter dpl. Namun keberadaan nyampung tidak se-eksis pohon-pohon lainnya, nyamplung tidak begitu dilirik atau dibudidayakan oleh masyarakat sehingga nyamplung hanya ditemukan tumbuh liar di pantai-pantai berpasir dan berasosiasi dengan tanaman panta lainnya seperti keben (Barringtonia asiatica), ketapang (Terminalia catappa)dan lainnya. 

Tinggi tanamana dapat mencapai 20 meter dengan diameter batang 1,5 m batang sangat pendek, bercabang rendah dekat permukaan tanah dan tumbuh berkelompok. Nyamplung memiliki buah berwarna bijau berbentuk bulat seperti peluru dengan  bagian ujung meruncing dan pada saat tua buahnya berubah kekuningan. Biji nyamplung yang dijemur kering mengandung  minyak sebesar 71,4%, minyaak tersebut dapat digunakan sebeagai bahan biodiesel. 

Kelangkaan dan kerisis  minyak bumi di dunia tentunya harus diatasi dengan mencari alternative lain. Salah satu energy alternative yang dikembangkan yaitu bahan bakar nabati atau biofuel dan dikenal ramah lingkungan. Dan salah satu bioenergy untuk biofuel (biodiesel) adalah nyamplung biji dari nyamplung dapat diolah menjadi bahan bakar nabati dalam bentuk biodiesel untuk bahan bakar genset pembangkit listrik dan bahan bakar kendaraan untuk transportasi. Nyamplung dipilih karena bukan termasuk tanman pangan (non-edible seeds) dan lahan pertumbuhannya tidak bersaing dengan lahan tanman pangan  dan sebaran alami nyamplung hampir di seluruh Indonesia (Laksono et al.  2019) Menurut Balitbang Kehutanan (2008) 2 kilogram biji nyamplung kering dapat menghasilkan 1 liter minyak. Selain itu selain sebagai tanaman konservasi sepadan pantai, nyamplung memiliki kelebihan karena menghasilkan rendemen yang cukup tinggi antara 40-73% dan rendemen biodiesel 13-45%. Bahkan limbah hasil pengolahan biji nyamplung untuk biodiesel (bungkil) dapat menjadi salah satu alternative pakan ternak yang bernutrisi dengan kandungan 10-20% lebih tinggi dari campuran lain. (Mongabay 2015). Selain itu, sekarang ini minyak dari nyanmplung atau yang biasa dikenal sebagai Tamanu Oil sedang eksis digunakan di dunia kecantikan dan mungkin sebagian anak muda tidak asing mendengar kata tersebut. Yaps, tamanu oil atau minyak dari biji nyanmplung tersebut memiliki banyak manfaat untuk tubuh  seperti mengobati jerawat dan bekasnya, melembabkan kulit, mengobati luka bakar, menyamarkan kerutan, melembabkan kulit dan masih banyak lagi.

Balitbang Kehutanan. 2008. Nyamplung Calophyllum inophyllum L. Sumber Energi Biofuel yang Potensial Pusat Litbang Hutan Tanaman. Bogor : Badan Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan. Hlm33-38.

Laksono B, Hasnah TM,Windayarini E, Putri A. 2019. Inovasi Pemuliaan dan Bioteknologi untuk  Bibit Unggul Jenis Tanaman Biodiesel Nyamplung. Bogor. IPB Press.

Mongabay. 2015. Nyamplung Archives. Terhubung berkala https://www.mongabay.co.id