//Serangga Penyerbuk pada Buah Luwingan

Serangga Penyerbuk pada Buah Luwingan

Serangga adalah agen penyerbuk biotik yang memiliki berbagai mekanisme untuk melangsungkan penyerbukan. Ada berbagai jenis serangga penyerbuk, tetapi untuk pohon Ficus, karena penyerbukannya yang spesifik, maka sering kali hanya dapat diserbuki oleh serangga dari jenis tertentu. Pada artikel ini buah Ficus hispida atau biasa disebut buah luwingan,  akan menjadi objeknya.

Ramadhani et al. (2017) dalam Identifikasinya terhadap serangga penyerbuk yang terdapat pada F. hispida mengarah ke Ceratosolen jenis solmsi. Jenis serangga tersebut termasuk dalam ordo Hymenoptera, famili Agaonidae, Sub famili Agooninae, dan serangga ini memiliki dimorfisme seksual sehingga keragaman penyerbuk jantan dan penyerbuk betina yang berbeda satu sama lain. 

Serangga yang hidup pada buah F. hispida ini tinggal didalam gall buah yang menurut Ramadhani et al. (2017) didalam 1 buah F. hispida itu terdapat 572 gall sehingga diasumsikan dapat menyediakan tempat yang cukup bagi serangga penyerbuk maupun bukan untuk berkembang biak didalamnya. Serangga penyerbuk C. solmsi umumnya memiliki morfologi yang menunjukkan fungsi khas berkaitan dengan penyerbukan. Kepala dan tubuh yang cenderung pipih ini membuat serangga ini dapat masuk melalui ostiole pada buah ficus dan menembus bractea involucrata hingga sampai ke bagian tengah ficus. 

C. solmsi betina (Gambar 2) berukuran ± 1.27 mm, dengan antena yang terdiri dari 7 segmen. Matanya berwarna merah serta sayapnya dominan berambut. Kaki depan tersusun sedemikian rupa yang dipakai untuk mengumpulkan serbuk sari. Kaki bagian tengah terdiri dari femur yang berukuran kecil, dan kaki bagian belakang memiliki struktur yang membesar pada bagian femur yang menyerupai gada.   

C. solmsi jantan (Gambar 2) memiliki keragaan warna dan morfologi yang sangat berbeda dengan betina. Serangga jantan berwarna kuning-jingga terang hingga seluruh tubuh. Kepala menyerupai persegi yang pipih dengan mata terletak di sisi atas tubuh. Struktur kaki depan memiliki femur yang membesar dengan tibia mengecil dan pendek. Kaki bagian tengah tersusun oleh femur yang pendek membesar namun tidak lebih besar dari femur bagian depan. Kaki bagian belakang terdiri atas trokanter yang membesar hingga menyerupai femur yang membesar menyerupai gada. 

 

Semoga info ini bermanfaat bagi kalian semua. Sekaligus jadi peluang penelitian lebih lanjut mengenai serangga yang bersimbiosis pada jenis-jenis Ficus lainnya. 

Daftar Pustaka

Ramadhani G, Haneda NF, Hilwan I. 2017. Insect of fruit of Ficus spp.  Di dalam: Subyakto, Sudiana M, Hermiati E, Dwianto W, Fatriasari W, Yanto DH, Kartika T, Syamani FA, Lestari AS, Zulfitri A et al.  editor. Integrating Bioresources and Advance Technology for Sustainable Development. The 6th International Symposium for Sustainable Humanosphere ; 2016 Nov 15-16; Bogor, Indonesia. Bogor: Research Center for Biomaterials – LIPI. hlm 48–54.

 

Penulis : Richard Andreas Salindeho / SVK 55