//Harimau Sumatera dan Perburuan Satwa Liar lainnya

Harimau Sumatera dan Perburuan Satwa Liar lainnya

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah salah satu satwa yang saat ini keberadaannya terancam. Dilansir dari the IUCN red list of threatened species, Satwa ini masuk kedalam kategori critically endangered (CR) dan subspesies harimau yang paling terancam punah. Keberadaan harimau ini diestimasikan kurang dari 400 individu yang tersisa di Alam.

Selasa, 24 Agustus 2021 pada sore hari telah ditemukan tiga Harimau Sumatera yang mati di area konservasi  di pulau Sumatera atau lebih tepatnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Dua diantara 3 harimau ini masih tergolong kedalam anakan. Anak harimau laki-laki ditemukan sejauh 5 meter pada 2 hari setelah penemuan jasad harimau induk dan anak harimau perempuan. Kematian harimau ini disebabkan oleh perangkap yang biasanya digunakan untuk menangkap babi liar. Padahal penggunaan perangkap ini di area konservasi sangatlah tidak mungkin sehingga kasus kematian harimau ini diduga salah satu kegiatan pemburuan hewan langka untuk meraih keuntungan ekonomi. Kondisi tiga harimau ketika ditemukan sudah dalam kondisi mulai membusuk.

Kematian satwa liar akibat perburuan juga telah terjadi dalam 2 bulan terakhir di Aceh. Awal bulan sebelumnya, harimau betina juga ditemukan tewas dengan luka yang disebabkan perangkap jerat di Aceh selatan.  Sebuah gajah juga ditemuka tewas tanpa kepala pada tanggal 11 July di kawasan perkebunan kelapa sawit di Aceh timur. Para Konservasionis telah memberi peringatan bahwa dengan adanya pandemi dapat meningkatkan tingkat perburuan satwa liar oleh warga lokal dengan alasan Ekonomi.

 

Sumber :

https://timesofindia.indiatimes.com/home/environment/flora-fauna/3-endangered-sumatran-tigers-found-dead-in-indonesia/articleshow/85685312.cms

https://regional.kompas.com/read/2021/08/26/121435078/tiga-harimau-sumatera-ditemukan-mati-terjerat-di-hutan-lindung-aceh-begini?page=all