//AFTER RIPPENING

AFTER RIPPENING

After-ripening merupakan periode lamanya penyimpanan kering sampai benih dapat memecahkan dormansinya secara alami. Kharismayani (2010) mengatakan bahwa benih memerlukan jangka waktu after-ripening untuk mematahkan dormansinya secara alami. Hal ini sangat berkaitan dengan dormansi.

Dormansi benih merupakan suatu kondisi dimana benih hidup tidak dapat berkecambah meskipun telah dikecambahkan pada kondisi lingkungan yang optimum (Bewley, 1997). Dengan adanya dormansi suatu jenis tanaman dapat mempertahankan dirinya dari kepunahan serta meningkatkan daya simpan benih. Dormansi pada benih memiliki keuntungan sebagai mekanisme dalam mempertahankan hidup lebih lama. Dormansi dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman di lapang menjadi tidak serempak sehingga mengurangi populasi tanaman yang akhirnya dapat berpengaruh terhadap produktivitasnya. 

Pada umumnya benih yang baru dipanen tidak dapat langsung berkecambah meskipun telah ditanam pada kondisi lingkungan yang optimum. Benih-benih tersebut dapat berkecambah setelah disimpan pada jangka waktu tertentu, atau dengan kata lain benih tersebut memerlukan jangka waktu after-ripening untuk mematahkan dormansinya secara alami. Lama periode after-ripening setiap benih berbeda-beda tergantung jenis dan varietasnya. Perbedaan tersebut mencerminkan adanya keragaman genetik sifat dormansi dari setiap spesies dan varietas tanaman tersebut. Semakin lama periode after-ripening yang dibutuhkan, maka akan semakin lama benih tersebut siap untuk ditanam, sehingga diperlukan cara-cara mematahkan dormansi benih sekurang-kurangnya dapat mempersingkat masa dormansi tersebut (Kharismayani 2010).

Penyusun:

EVI PUSPITASARI_E44190060   

Bewley. 1997. Bewley, J.D. 1997. Seed germination and dormancy. American Society of Plant Physiologists Department of Botany, University of Guelph, Guelph, Ontario N1G 2W1, Canada. 9:1055-1066. 

Kharismayani. 2010. Kajian After-Ripening Pada Beberapa Varietas Benih Padi Gogo [skripsi]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor