//Aklimatisasi : Proses Penentu dalam Mendukung Usaha Perbenihan

Aklimatisasi : Proses Penentu dalam Mendukung Usaha Perbenihan

Aklimatisasi merupakan upaya penyesuaian atau adaptasi suatu organisme terhadap lingkungan baru. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan bagian tanaman dapat tetap bertahan hidup. Menurut Trimanto (2012), proses aklimatisasi akan menentukan kemampuan tanaman dalam beradaptasi dan bertahan hidup pada lingkungan yang baru. Proses aklimatisasi pada umumnya dilakukan dengan penananaman material pada media di unit seleksi dan pembibitan, penyungkupan material tanaman, penjarangan tanaman dalam polybag, perawatan yang meliputi pemupukan dan penyiraman, serta monitoring terhadap tanaman sehingga dapat dipindahkan ke lingkungan yang baru.

Tahapan aklimatisasi merupakan satu tahapan kritis karena merupakan tahapan peralihan dari keadaan yang selama ini terkondisi dengan baik di dalam sungkup atau ruang kultur jaringan menuju ke kondisi lingkungan dengan intensitas cahaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, jika tidak dilakukan proses aklimatisasi dengan benar maka tanaman yang dihasilkan dari usaha perbenihan akan mati. Menurut Slamet (2011), faktor-faktor yang mempengaruhi aklimatisasi yaitu kondisi tanaman, kondisi lingkungan, dan sanitasi lingkungan dari hama dan penyakit tanaman.

Aklimatisasi pada bibit stek pucuk dilakukan setelah stek berumur 40-50 hari. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya perakaran stek pucuk sudah berkembang dengan baik pada umur 40-50 hari yang ditandai dengan pertumbuhan panjang tunas dan penambahan jumlah daun. Aklimatisasi dilakukan dalam rangka menyiapkan tanaman hasil stek pucuk sehingga dapat beradaptasi dengan kondisi di luar bedengan sungkup. Kegiatan ini dilakukan dengan cara membuka sungkup secara bertahap selama 2 minggu. Setelah itu, bibit dapat dipindahkan ke persemaian yang mendapatkan intensitas cahaya yang lebih tinggi (Adinugraha dan Mahfudz 2014).

 

Penulis: Roro Shabrina Najmala Nur Mardhotillah, Muhammad Ahsanurizal Saputra

 

Daftar Pustaka

Adinugraha HA, Mahfudz. 2014. Pengembangan teknik perbanyakan vegetatif tanaman jati pada hutan rakyat. Jurnal Wasin 1 (1): 39-44.

Slamet. 2011. Perkembangan teknik aklimatisasi tanaman kedelai hasil regenerasi kultur in vitro. Jurnal Litbang Pertanian 30 (2): 48-54.

Trimanto. 2012. Aklimatisasi tumbuhan hasil eksflorasi dan perbanyakan tanaman unit seleksi dan pembibitan Kebun Raya Purwodadi. Seminar Nasional X Pendidikan Biologi FKIP UNS; Purwodadi, Indonesia. LIPI. Hlm 18-177.

 

Sumber gambar: Dokumentasi kebun pangkas KPH Kuningan