//Sengon (Paraserianthes falcataria) Sebagai Tanaman Reklamasi Lahan Pasca Tambang

Sengon (Paraserianthes falcataria) Sebagai Tanaman Reklamasi Lahan Pasca Tambang

Kegiatan pertambangan dapat merusak lahan yang digunakan sebagai areal pertambangan. Menurut Taqiyyudin dan Hidayat (2020), kontribusi sektor pertambangan terhadap kerusakan hutan di Indonesia mencapai 10% dan kini melaju mencapai 2 juta ha per tahun.

Untuk memperbaiki lahan yang rusak akibat pertambangan tersebut dapat dilakukan reklamasi. Reklamasi adalah kegiatan yang betujuan memperbaiki lahan yang rusak akibat suatu kegiatan pengolahan lingkungan yang tidak tepat, agar dapat kembali digunakan sesuai dengan fungsinya (Suryani 2017). Keberhasilan reklamasi membutuhkan pengetahuan dasar tentang lingkungan biotik dan abiotik dan juga tentang proses yang terjadi pada lingkungan pada setiap tingkatannya (Kurniawan 2013).

Menurut penelitian Syachroni et al. (2018), tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) merupakan salah satu tanaman yang cocok untuk reklamasi lahan tambang yang sangat miskin akan unsur hara. Berdsarkan hal itu maka pada lahan reklamasi sangat dianjurkan untuk mencari jenis tanaman yang persyaratan tumbuhnya tidak terlallu sulit, lalu dapat pula tetap tumbuh dengan kondisi baik pada jenis lahan yang unsur haranya miskin dan dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tanah dengan pH rendah serta tingkat kesuburan yang tidak bagus (Istomo et al 2013). Tanaman sengon memiliki sifat yang cepat tumbuh, mudah beradaptasi, dan tidak membutuhkan kondisi lahan yang subur (Saputra 2018). Menurut penelitian Taqiyyudin dan Hidayat (2020), akar sengon yang serabut membantu menyerap air run up. Selain itu, sengon juga membantu mengurangi debu yang ada di lahan tambang. Pertumbuhan sengon termasuk cepat, antara 8-9 cm per bulan di lahan RK. Pertumbuhan sempurna sengon di lahan RK adalah 8 meter dalam waktu 2 tahun.

 

Penulis : Uswatun Hasanah, Nadira Aribah, Ayudia Febrina

 

Daftar Pustaka

Istomo, Setiadi, Putri. 2013. Evaluasi keberhasilan tanaman hasil revegetasi di lahan pasca tambang batubara site lati PT. Berau Coal Kalimantan Timur. Jurnal Silvikultur Tropika. 4(2): 77-81.

Kurniawan, Ali R. 2013. Model reklamasi tambang rakyat berwawasan lingkungan: tinjauan atas reklamasi lahan bekas tambang batu apung Ijobalit, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara. 9(3) : 165-174.

Saputra D. 2018. Respons tumbuhan tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) terhadap pemberian top soil di lahan pasca tambang batubara [skripsi]. Jambi(ID): Fakultas Kehutanan, Universitas Jambi.

Suryani AI. 2017. Kajian reklamasi lahan daerah aliran sungai batang kuranji Kota Padang. Jurnal Spasial. 3(1): 16-30.

Syachroni SH, Rosianty Y, Samsuri GS. 2018. Daya tumbuh tanaman pionir pada area bekas tambang timah di Kecamatan Bakam, Provinsi Bangka Belitung. Jurnal Sylva .8(2): 78-97.

Taqiyyudin FK, Hidayat L. 2020. Reklamasi tanaman adaptif lahan tambang batubara PT. BMB blok dua Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Jurnal Zira’ah. 45(3) : 285-292.