//Biofertilizer

Biofertilizer

Biofertilizer atau yang dapat diartikan sebagai pupuk hayati didefinisikan sebagai zat yang mengandung mikroorganisme hidup yang mendiami rizosfer atau bagian dalam tanaman. Biofertilizer mendorong pertumbuhan dengan cara meningkatkan ketersediaan hara primer. Keberadaan mikroorganisme meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan cara memperbanyak ketersediaan unsur hara, mengganti unsur hara tanah, meningkatkan akses tanaman terhadap unsur hara, atau merangsang pertumbuhan pada tanaman target ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman atau tanah. Biofertilizer memiliki implikasi terhadap lingkungan yang penting dan berjangka panjang serta dapat meniadakan efek merugikan dari bahan kimia. Mikroorganisme yang biasa digunakan sebagai biofertilizer berasal dari famili bakteri, BGA (Blue Green Algae), dan fungi.

Gambar 1 Rhizobium biofertilizer (Sumber: www.indiamart.com)

Gambar 2 Acetobacter biofertilizer (Sumber: www.indiamart.com)

Gambar 3 Blue green algae biofertilizer (Sumber: www.algenerg.co.in)

Biofertilizer yang dikenal sebagai produk mikroba, berperan sebagai pemasok hara dan pengatur kondisi tanah. Kondisi tanah yang baik sangat penting untuk peningkatan produksi tanaman serta kesejahteraan manusia dan hewan. Biofertilizer merupakan produk aktif biologis atau inokulan mikroba yaitu, formulasi yang mengandung satu atau lebih bakteri menguntungkan atau strain jamur dalam bahan pembawa yang mudah digunakan dan ekonomis yang menambah, melestarikan dan memobilisasi nutrisi tanaman di dalam tanah. Biofertilizer dapat bertindak sebagai suplemen terbarukan untuk pupuk kimia dan pupuk organik. Biofertilizer dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang berasal dari senyawa kimia. Beberapa biofertilizer memiliki kapasitas untuk menghasilkan ketahanan alami pada tanaman terhadap hama dan penyakit yang ditularkan melalui tanah, karena antibodi diproduksi oleh mikroorganisme yang bermanfaat dan berpartisipasi dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan. Biofertilizer juga menyediakan faktor pemicu pertumbuhan bagi tanaman dan beberapa telah berhasil memfasilitasi pengomposan dan daur ulang limbah padat yang efektif.

 

Penulis: Annisa Dian Kirani

Daftar Pustaka

Ahsam ML, Ali A, Ahmed I. 2012. Bio-fertilizer a highly potent alternative to chemical fertilizers: Uses and Future Prospects. Journal of Chemical Engineering and Biological Sciences 6(4): 10-23.

FNCA Biofertilizer Project Group. 2006. Biofertilizer Manual. Tokyo (JP): Japan Atomic Industrial Forum (JAIF).