//MOSS SPHAGNUM “Lumut Pengikat Air”

MOSS SPHAGNUM “Lumut Pengikat Air”

Moss adalah bahan yang saat ini banyak dimanfaatkan sebagai media tanam, terutama untuk tanaman hias. Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari sphagnum berbentuk seperti busa atau spons yang ringan. Moss sphagnum dapat menyerap banyak air, tidak becek. Air-air tersebut disimpan di dalam sel mati terutama di daun-daunnya. Air dipegang erat meskipun saat terkena angin dan panas matahari. Semua bagian sphagnum bermanfaat baik yang berwarna hijau dan masih hidup atau yang berwarna cokelat telah mati. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Media moss memiliki kadar lengas lebih besar ( 40,2 %) dibanding kadar lengas tanah dan pupuk kandang. Cangkokan dengan media moss menghasilkan kalus 2 minggu lebih cepat daripada media tanah + pupuk kandang. Penggunaan moss menyebabakan air tetap tersedia bagi cangkokan, sehingga pada awal proses perakaran, akar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga proses pembentukan akar menjadi lebih cepat.

Info Grup FNG
Gambar 1 Moss Sphagnum

Media sphagnum moss memiliki kelebihan dalam mengikat air sampai 80%, mengandung nitrogen 2-3% dan sangat baik untuk perkembangan akar tanaman. Air diserap melalui bagian moss yang masih hidup dan sel-sel yang telah mati berwarna kecokelatan. Air diserap oleh sel yang telah mati melalui proses imbibisi yaitu pross migrasi molekul-molekul air melalui pori sehingga iar menetap ke dalam zat tersebut. Penggunaan moss merupakan cara yang tepat untuk menyediakan lengas yang memadai untuk tanaman karena memiliki kemampuan menyimpan air 15-20 kali dari berat keringnya dan kandungan unsur N 0.86%, P 0.13%, K 0,8%, Ca 0,3%, Mg 0,26% dan Mn 0,17%. Kemampuan moss untuk menahan air lebih banyak di dalam sel, struktur moss yang berongga sehingga memperlancar sirkulasi udara di dalam media dan adanya zat anti bakteri yang dapat menghambat timbulnya jamur dan penyakit (yang dapat menyebabkan membusuknya cangkokan, bahkan menimbulkan kegagalan pencangkokan) mendorong kalus dapat tumbuh dengan baik sehibngga regenerasi akan menjadi lebih cepat. Kandungan hara di dalam moss dapat membantu pertumbuhan akar lebih baik.

Info Grup FNG
Gambar 2 Moss Sphagnum Merah

Penulis: Hastina Purnama