//Hutan Ultrabasic

Hutan Ultrabasic

sumber: www.flickr.com
sumber: www.flickr.com

Ekosistem hutan apakah yang anda ketahui? Hutan dataran rendah, hutan pegunungan, atau hutan gambut? Namun, pernahkah anda mendengar hutan ultrabasic? Di Indonesia, ekosistem hutan ini tersebar di Pulau Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Halmahera di Kepulauan Maluku. Lebih jauh lagi, Pulau Sulawesi merupakan pulau yang memiliki lahan hutan ultrabasic terluas di dunia.

Hutan ultrabasic merupakan hutan yang tumbuh di atas tanah batuan ultrabasic atau dapat dikenal juga sebagai ultramafic. Tanah ini memiliki persentase Silika yang rendah, miskin unsur hara, serta tingginya kandungan mineral logam yang beracun bagi tanaman. Mineral Nikel, Kromium, dan Mangan sangat tinggi pada tanah ultrabasic di Sulawesi (Whitten et al. 2002). Miskinnya unsur hara serta kandungan logam yang tinggi menyebabkan tumbuhan yang dapat tumbuh di atasnya menjadi terbatas.

images (12)

Hutan ultrabasic terususun oleh pohon-pohon pendek. Pertumbuhannya terhambat akibat rendahnya unsur hara dan kehadiran unsur-unsur yang dapat menghambat pertumbuhan seperti Nikel. Proses identifikasi jenis-jenis pohon dapat terhambat akibat memendeknya pohon-pohon yang tumbuh. Mungkin saja jenis-jenis yang tumbuh telah berevolusi untuk dapat tumbuh pada tanah ultrabasic, sehingga dapat saja digolongkan ke dalam jenis-jenis baru. Jenis tumbuhan yang dapat ditemukan misalnya Castanopsis buruana, Syzygium zeylanicum, Syzygium zollingerianum, Neonauclea calycina, Dillenia serrata, Saribus rotundifolius, Cyathea elmeri, Lycopodiella cernua, dan Nephrolepis biserrata. Terbatasnya jenis tumbuhan yang dapat tumbuh juga menyebakan sedikitnya hewan yang ada pada ekosistem hutan ini, salah satu hewan yang banyak dijumpai misalnya adalah anoa (Powling et al. 2015). Terbatasnya tumbuhan yang dapat tumbuh dan faktor tanah yang tidak subur menyebabkan hutan ini tidak boleh didegradasi maupun dideforestasi, sehingga perlindungan ekosistem hutan ini penting untuk dilakukan.

 

Daftar Pustaka

Powling A, Phillips A, Pritchett R, Segar ST, Wheeler R, Mardiastuti A. The vegetation of Lambusango forest, Buton, Indonesia. Reindwardtia 14(2): 265-286.

Whitten T, Henderson GS, Mustafa M. 2002. The Ecology of Sulawesi. Hong Kong (HK): Periplus Editions Ltd.