//Gandaria, Sebuah Kota Manis Di Selatan Jakarta

Gandaria, Sebuah Kota Manis Di Selatan Jakarta

GANDARIA 1Selalu terdapat fakta-fakta menarik dalam sebuah nama yang disandang oleh kota-kota di Indonesia. Banyak kota di Indonesia menggunakan nama tumbuhan sebagai nama resminya. Sebut saja salah satunya adalah Gandaria, yang merupakan sebuah kawasan kelurahan di Jakarta Selatan. Nama Gandaria semakin dikenal masyarakat luas karena di kawasan itu dibangun banyak pertokoan, bahkan pusat perbelanjaan modern, salah satunya adalah Gandaria City.

Nama kawasan Gandaria berasal dari sebuah nama pohon Gandaria (Bouea macrophylla Griff.) yang termasuk divisi Spermatophyta, kelas Dicotyledonae dalam suku Anacardiaceae (mangga-manggaan). Tanaman gandaria merupakan tanaman buah tropik yang penyebarannya sangat jarang dijumpai di Indonesia. Gandaria merupakan salah satu pohon yang mendominasi di hutan daerah tangkapan air, sangat bermanfaat untuk menyimpan air dan melindungi daerah sekitar tangkapan air dari bahaya banjir dan erosi.

Gandaria berbentuk pohon yang tingginya dapat mencapai 27 m dengan kulit kayu yang retak-retak, berwarna coklat muda, dan seringkali memiliki ranting yang menggantung, tak berbulu, bersegi empat atau pipih. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur lonjong sampai bentuk lanset atau bentuk pasak, ujungnya lancip (acute) sampai runcing (acuminate). Panjang Tangkai daun 1-2,5 cm. Bunga tersusun pada malai, muncul di ketiak daun, panjangnya 4-12 cm, bagian-bagian bunganya sebagaian besar berkelipatan empat, berukuran kecil, cuping kelopak mahkotanya lonjong berukuran 1,5-2,5 mm x 1mm, berwarna kekuning-kuningan, kemudian cepat berubah menjadi coklat. Buah bertipe buah batu berbentuk agak bulat, daging buahnya kuning atau oranye. Buahnya berbentuk bulat lonjong dan berukuran kecil (berdiameter ± 3-5 cm), buah yang masak berwarna kuning kemerahan atau oranye dan berair. Daging buahnya tebal, rasanya ada yang manis dan ada yang masam. Di sekeliling biji malahan sangat masam walaupun buahnya sudah masak benar.

GANDARIA 2 (1)

Tanaman gandaria merupakan tanaman tropik yang berasal dari Asia Tenggara, namun sekarang sudah tersebar sampai ke benua Amerika yang beriklim tropik. Penyebarannya ke daerah lain di Indonesia masih sangat jarang (langka). Salah satu pusat penyebarannya di Maluku yaitu Ambon dan Pulau Seram. Gandaria (B. macrophylla) merupakan tanaman tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah yang ringan dan subur. Dapat tumbuh liar dengan baik pada ketinggian 5-800 m dpl namun sangat baik dan produktif sampai pada ketinggian 500 m dpl. Tanaman gandaria memiliki adaptasi yang cukup tinggi terhadap iklim dan tanah, namun untuk dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi dibutuhkan kondisi iklim dan tanah tertentu. Suhu yang diinginkan sesuai dengan fluktuasi suhu harian rata-rata 24–28oC, dengan curah hujan yang diinginkan berkisar antara 2500-3000 mm/tahun, bulan kering 3-4 bulan, kelembaban nisbi 70–80%. Distribusi curah hujan merupakan faktor untuk pertumbuhan dan produksi tanaman gandaria. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan tunas muda dan produksi. Pengaruh temperatur sangat berkaitan dengan ketersedian air, cahaya dan kelembaban. Pada umumnya tanaman gandaria dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah baik daerah datar, berombak, berbukit sampai bergunung. Tipe tanah yang dikehendaki adalah berpasir dengan tingkat kesuburan tanah yang baik sampai sedang dan pH 4,5–7,0. Persyaratan fisik lainnya yang cocok untuk pertumbuhan dan produksinya adalah tanah gembur, ringan, drainase dan aerasi baik. Faktor fisik tanah erat kaitannya dengan daya penetrasi dan kemampuan akar menyerap hara. Jenis-jenis tanah yang dapat dijumpai pada habitat tanaman gandaria khususnya di pulau Ambon antara lain Regosol, Kambisol, Alluvial, Litosol, dan Burnizem.

GANDARIA 3GANDARIA 4

Gandaria bermanfaat sebagai pohon buah yang popular, buahnya mirip buah mangga kecil. Buah gandaria biasanya dikomsumsi dalam keadaan segar, atau diolah menjadi sirup atau dijadikan manisan yang lezat. Tetapi, pemanfaatan buah mudanya lebih penting, yaitu merupakan bahan penyedap pada sambal gandaria yang khas, atau sebagai asinan, serta keping bijinya yang berukuran besar dan berwarna lembayung cerah dapat meningkatkan daya tarik masakan. Seringkali daun mudanya yang berwarna ungu tua (warna putih sekali sewaktu mulai muncul) juga dikomsumsi segar, dimakan dengan sambal gandaria.

GANDARIA 5

 

SUMBER

Papilaya PM. 2007. Kajian ekologi gandaria (Bouea macrophylla) hubungannya dengan    produksi dan kualitas buah pada ketinggian                dari permukaan laut yang berbeda di           Pulau Ambon [disertasi]. Malang (ID): Universitas Negeri Malang.

Tanasale VL. 2011. Kajian agronomi dan pemanfaatan buah gandaria (Bouea macrophylla Griff.). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan                            Perikanan 4(2): 69-74.